Cokelat Musim Kering

11 June 2009 at 11:09 am | Posted in Created by Me | 23 Comments
Tags: , , ,

20051218_d3e_28356 fb1 falling maple leaf with shadow 2005dec16_02-58-22(r+mb id@576)

seperti daun gugur
pada musim tanpa hujan

ada keikhlasan tak terkatakan
dalam helaian yang jatuh perlahan
agar pohonnya tetap bertahan

ada selaksa kesabaran
menyebar di pembuluh tuanya

ada kebaikan hati
tersembunyi di garis urat yang mengering

hingga warnanya
terlihat begitu hangat
terlihat begitu indah
dalam kerendahan hati

~Fairuz Azzahra~

(gambar dari sini)

Palestine

7 January 2009 at 10:55 am | Posted in Created by Me, Suddenly Think | 13 Comments
Tags: , ,

flag-palestine

This is for Palestine…

Akhir Waktumu

17 September 2008 at 10:05 pm | Posted in Created by Me | 4 Comments
Tags: , , ,

Sepeninggalmu kawanku
Masih ada ruang kosong di hati ini

Teringat hari bagai mimpi
Saat jantungku direnggut paksa
Tergugu aku tak berdaya

Tak kuasa untuk mendekat
Menatap lebih dalam wajah tidurmu

Tenggelam aku dalam kejaran memori

Senyum dan tawa
Sejak pertama bertemu
Hingga tatapan terakhir
Saat lidah tak mampu lagi berucap

Entah khayalku yang bicara
Atau memang itulah arti tatapmu
Hiduplah dengan baik
Walau tanpa aku di sisimu

Add to Technorati Favorites

Lagi-lagi Gw Ga Bisa Menentukan Judul

17 August 2008 at 2:42 am | Posted in Created by Me | 5 Comments
Tags: , , ,

Mana benteng itu
Yang kupkir begitu kokoh
Tak lapuk oleh gerimis

Mana janji hati
Yang dahulu tak tergoyah
Oleh badai yang menghunjam

Mana keteguhan
Yang dahulu gagah perkasa
Untuk berkata tidak

Jangan dicari
Karena setan ada dimana-mana

Jangan dinanti
Karena jalan itu masih panjang

Jangan ditunggu
Karena hati itu terbolak-balik di tangan-Nya

Maaf
Mungkin diri ini
Yang telah memasang jerat untuk hatimu
Mungkin diri ini
Telah menyeretmu menjauh dari-Nya
Betapa terkutuknya!

Add to Technorati Favorites

Kumuh di Jakarta

23 July 2008 at 5:00 pm | Posted in Created by Me | 2 Comments
Tags: ,

Kaki-kaki tak beralas

Menjejak bumi penuh derita

Menambah hiruk pikuk Jakarta

Memadati lampu merah layaknya laron

Menjejali tanah kosong dengan kardus

Tak layak pun disebut rumah

Tak pantas pun disebut pakaian

Bagi orang-orang seperti kami

Pergi pagi pulang pagi

Jika pun seminggu tiada kabar

Tak kembali artinya mati

Kami mengais sampah di emperan toko

Membiarkan belatung jadi teman

Hingga darah dan nanah hasilkan uang

Add to Technorati Favorites

About Friendship

4 July 2008 at 11:12 am | Posted in Created by Me | Leave a comment
Tags: , , ,

Sahabat
Bukalah lagi lembaran buku hidupmu
Ini adalah cerita yang kita mulai tiga tahun silam
Saat kita bertemu dan mulai saling mengisi lembaran-lembarannya
Masihkah tinta yang tertulis dalam lembaran buku hidup itu basah?
Ataukah sudah kering dan pudar
Tidak apa-apa bila tintanya pudar
Jika masih ada kalian
Yang bisa menceritakan kepadaku kisah kita
Namun, jika kalian pun sudah tidak ada lagi
Bagaimana caraku mengingat semua kenangan kita?
Hari ini, aku ingin kita menulis ulang tinta yang pudar
Agar kita tidak melupakan apapun

Sahabat
Hari ini adalah hari di mana segala kenangan terungkap
Dan terputar kembali dalam benak kita
Segala kenangan yang tersimpan rapat
Canda tawa yang masih bergaung
Bersama isak tangis yang teredam di sudut kelas
Serta rahasia yang disimpan rapat selamanya
Oleh dinding-dinding sekolah yang membisu

Sahabat
Aku ingat saat pertama kita bertemu
Tak pernah saat itu terpikir
Bahwa suatu saat kita akan begitu tak ingin berpisah
Bahwa suatu saat kita harus berpisah

Sahabat
Kita yang pernah saling menyakiti
Kita yang pernah saling menoreh luka
Tidakkah lebih baik jika semua amarah dan dendam yang tersisa itu terlupakan?
Karena patutkah kita menyimpan amarah dan dendam
Untuk suatu pertemuan kembali
Yang tidak kita ketahui kapan terjadinya

Sahabat
Mungkin benar jika kita baru merasakan betapa berharganya suatu hal
Jika hal itu sudah akan pergi
Sudah akan hilang dari jarak pandang kita

Sahabat
Ingatkan aku untuk apa kita berkumpul hari ini
Mereka mungkin mengatakan ini perpisahan
Tapi hati yang tertaut tidak akan benar-benar terpisah

Sahabat
Mulai saat ini kita akan bertemu dengan banyak orang
Memiliki dunia yang berbeda-beda
Mungkin sama sekali berbeda dengan tiga tahun yang kita habiskan bersama
Tapi sesekali ingatlah kenangan kita
Tapi sesekali bukalah album foto kita
Agar kita mengingat apa yang telah kita alami di sini
Meskipun hanya di sudut hati

Jika semua yang ada

Tak lagi di sisimu

Perlahan tinggalkanmu pergi

Jika yang kau sentuh

Jika yang kau raba

Dengan kasih sayangmu menjauh

Bila semua mimpi yang kau rangkai indah

Tak lagi kau jalani bersama

Bayangkan

Bila semua pergi

Dari dekapanmu

Apa yang kau lakukan?

Renungkan

Bila yang kau sayang

Dan yang menyayangimu

Perlahan meninggalkanmu

Sebelum semua pegi

Dekaplah erat dan jangan lepaskan lagi

Janji yang telah terukir dan mimpi yang kita rangkai bersama

Dan ingatlah hari ini

Hingga ajal menjemput kita nanti

Kita kan selalu dekat meski jauh terpisah

 

written by:

Rasyidah a.k.a. Fairuz Azzahra a.k.a. Teteh

Nashrul Angga Wardani

(One Night at Shinta, RIGHT Before The Farewell Party of Our Senior)

Add to Technorati Favorites

Untitled (bukan bermaksud niru Simple Plan nih, ya)

22 May 2008 at 8:42 am | Posted in Created by Me | Leave a comment
Tags: , , ,

Aku benci melihat manusia saling bunuh, saling mencabik nyawa

Aku benci melihat betapa banyak darah tertumpah, betapa banyak air mata mengalir

Aku benci melihat kehidupan yang terenggut paksa

Aku benci peperangan

Bagiku setiap manusia berhak untuk hidup

Mereka berhak hidup layak

Mereka berhak terbebas dari rasa takut, takut dibunuh, takut teraniaya

Aku benci setiap peperangan, sungguh sangat benci

Kenapa manusia harus saling bunuh?

Kenapa manusia saling menghancurkan?

Kenapa mereka menciptakan alat pembunuh?

Kenapa mereka menciptakan senjata untuk membunuh?

Kenapa manusia begitu haus darah?

Kenapa mereka saling merenggut nyawa?

Apakah dunia ini tidak cukup luas untuk ditinggali bersama?

Kenapa manusia selalu tak bisa mengalah?

Selalu tak bisa berbgai?

Selalu tak bisa menerima perbedaan?

Aku malu jadi manusia

Aku malu

Add to Technorati Favorites

Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.