Bankir Sesa{a}t; Dibenci Bos, Dimaki Nasabah
23 January 2009 at 8:34 pm | Posted in About 'da Books | 18 CommentsTags: bank, bankir sesat, buku, ichanx, resensi
Judul
Bankir Sesa{a}t; Dibenci Bos, Dimaki Nasabah
Penulis
Penerbit
Genre
Nonfiksi – Komedi
Kini, di tahun 2006, 61 tahun setelah lepasnya Tarakan dari tangan Jepang…
Awalnya gw mau bertanya apa kalian pada kenal Ichanx atau nggak, tapi gw urungkan. Soalnya gw yakin sebagian besar orang bakal menggeleng, entah karena ketenarannya yang sudah meredup padahal terang benderang aja belom pernah, atau karena terlalu malu untuk mengakui bahwa mereka kenal orang ini
. (*dilempar Ichanx ke laut*)
Stardust (Novel)
30 November 2008 at 9:13 am | Posted in About 'da Books | 19 CommentsTags: novel, resensi, resensi novel, resensi novel stardust, resensi stardust, stardust
Judul
Stardust
Penulis
Penerbit
In Which Tristran Thorn Grows to Manhood…
Travelers’ Tale; Belok Kanan: Barcelona!
13 November 2008 at 7:55 pm | Posted in About 'da Books | 9 CommentsTags: adhitya mulya, alaya setya, backpaceker, buku, fiksi, iman hidajat, ninit yunita, novel, resensi, traveler's tale, travelling
Judul
Travelers’ Tale; Belok Kanan: Barcelona!
Penulis
Adhitya Mulya, Alaya Setya, Iman Hidajat, Ninit Yunita
Penerbit
Venture all. See what fate brings.
-Vietnamese Proverb-
Radikus Makan Kakus; Bukan Binatang Biasa
11 November 2008 at 8:52 pm | Posted in About 'da Books | 12 CommentsTags: bukan binatang biasa, buku, gagas media, kambing jantan, radikus makan kakus, Raditya Dika, resensi buku
Judul
Radikus Makan Kakus; Bukan Binatang Biasa
Penulis
Penerbit
Genre
Nonfiksi – Komedi
Apakah arti hidup?
Mungkin, pertanyaan itu memang tidak dimaksudkan untuk terjawab.
Babi Ngesot; Datang tak Diundang, Pulang tak Berkutang
11 May 2008 at 2:08 pm | Posted in About 'da Books | 4 CommentsTags: Babi Ngesot, Humor, Raditya Dika

Gw baru aja baca buku barunya Raditya Dika. Judulnya Babi Ngesot. Covernya warna ungu lucu (wajar lah, gw bilang lucu, gw suka warna ungu gitu lho), ada gambar Raditya Dika pake idung dan telinga babi gitu, nah… liat sendiri deh tuh gambarnya di atas. Narsis juga ternyata dia, di setiap cover bukunya pasti ada foto dia biarpun ditambah editan-editan yang bikin mukanya tambah aneh.
Jujur aja, gw lebih suka Babi Ngesot ini dibandingkan sama Cinta Brontosaurus dan Radikus Makankakus. Yang paling gw suka sih tetep aja buku pertamanya dia, Kambing Jantan. Soalnya menurut gw cerita-cerita di buku Kambing Jantan lebih spontan, ngalir gitu aja jalan ceritanya, dan lebih lucu.
Di buku Babi Ngesot ini ada tujuh belas bab yang isinya kekonyolan sehari-hari yang dialamin sama Raditya Dika. Mulai dari perjuangan melarikan diri dari kakak kelas waktu masih jadi “utas” (panggilan buat anak kelas satu di SMA dia), kejadian misitik yang terjadi di rumahnya yang berbuntut pada pembantunya yang kesurupan dibawa ke rumah sakit (what the???), band dia sewaktu di Adelaide, kencan buta, sifat hypochondria yang bikin dia ngira bisul di ketek itu sebagai tanda-tanda awal kanker payudara, sampai obsesi menyimpang untuk memelihara tuyul.
Di buku itu sih menurut gw ada dua pembicaraan lumayan serius, tentang acara infotainment di televisi yang dibuat seolah-olah acara itu penting banget dan orang bakal mati kalo ga nonton acara itu, dan tentang pernikahan, dibahas dengan gaya gila Raditya Dika yang biasa. Gw paling suka bagian acara infotainment itu. Gw sependapat sama Raditya Dika, hal-hal yang dibahas sebagian besar emang hal-hal ga penting yang dibikin-bikin jadi penting. Artis cerai terus kawin lagi diberitain segala. Nenek (alm.) sama Kakek gw cerai terus masing-masingnya kawin lagi dan anak-anaknya makin banyak aja ga pake diberitain tuh.
Pas di beberapa bab dia cerita soal pengalaman ketemu hantu, gw sempet merinding juga bacanya. Anjrit dah, selama baca buku itu jadinya ge tengok kanan tengok kiri, atas bawah, depan belakang. Mudah-mudahan ga ada apa-apa, batin gw harap-harap cemas.
Pokoknya, buat yang suka sama cerita-cerita komedi, atau buat yang lagi stress berat mikirin hasil UAN, dan juga buat sesama orang-orang gila, buku ini wajib dibaca deh.
Edensor
8 January 2008 at 11:05 pm | Posted in About 'da Books | Leave a commentTags: Andrea Hirata, Edensor, Mimpi

Magnificent!
He found his Edensor, at last!
Gw terpesona abis sama buku ketiga ini. Gaya bahasanya keren. Terus juga banyak sindiran-sindiran ke pemerintah tapi dibawain dengan gaya bahasa yang lucu, bikin gw ketawa aja. Gw juga dibawa keliling dunia, ikutan ke Paris, ke Belanda, terus sampe ke negara-negara Balkan, terdampar di Rusia, ketiduran sampe ke Sisilia, dan berpanas-panas di Zaire sampai akhirnya kembali ke Paris. Gw ngebayangin gimana sih rasanya makan buah plum mentah yang keset itu. Bahkan mereka sampe terpaksa makan daun plum karena ga ada makanan lain. Hwaaa… keinginan gw buat jadi backapakers makin kuat, nih.
Mereka ngebiayain perjalanan dengan jadi patung putri duyung. Ha ha ha… tapi karena hal itu ga laku di negara-negara Balkan dan Rusia (Halo… negara-negara itu udah cukup miskin dan menderita, mana ada turis mau ke sana? Orang asli sananya aja ga minat sama gituan. Kasian banget). Jadi mereka jatuh miskin selama di sana. Melarat banget. Tapi sesampai di negara yang banyak turis, mereka kaya lagi. Eh, nyampe di negara miskin, melarat lagi. Tapi tetep aja menurutku semua itu seru.
Dan tahukah kalian kalau setelah perjalanan sekian lama dan sekian jauh dari tanah Belitong bahwa mereka berdua masih saja mencintai orang yang sama? Ikal, biarpun sempet pacaran sama cewek Jerman yang cantik abis (Katya), tetap mencari A Ling sepanjang perjalanan backpacking-nya. Semua jalur perjalanan disengajakan melewati tempat yang diperkirakan ada A Ling (berdasarkan data lewat browsing di internet)! Arai, mau gimanapun dia tetep cinta sama Zakiah Nurmala! Di kuburan Jim Morrison pun, pas peringatan hari kematian Jim Morrison, dia baca puisi buat Zakiah Nurmala (biarpun para bule di situ ngira itu puisi buat Jim Morrison dan Arai dapat aplaus hebat). Di Afrika pun dia nelpon Zakiah Nurmala pas hari ulang tahunnya jam dua pagi. Biarpun kena semprot dia ga peduli. Ya ampun…!!!
Sekali lagi gw bilang, gw makin pengen backpacking. Tapi kayaknya susah kalo cewek doang, pake kerudung, lagi! Gw ga yakin orang-orang sana bisa terima seperti mereka nerima backpackers lain dengan senang hati. Tiba-tiba gw jadi punya ide. Ntar kalo gw nikah, backpacking tuh pilihan pertama buat honeymoon. Wakakakakak…. Nice idea kan? Jadi ga perlu khawatir banget! Wakakakakak…
Sang Pemimpi
5 January 2008 at 9:31 pm | Posted in About 'da Books | Leave a commentTags: Andrea Hirata, Sang Pemimpi

Gw agak susah mencocokkan kejadian di buku ini sama kejadian-kejadian di Laskar Pelangi. Kayaknya kehidupan si Ikal udah ga lagi bersama sepuluh temannya dulu. Dia mesti pindah desa supaya bisa sekolah SMA. Di sini mulai diceritain tentang tokoh Arai, sepupu jauhnya yang jadi saudara angkatnya Ikal.
Arai udah diadopsi sejak Ikal masih SD. Tapi baru dimunculin di Sang Pemimpi. Pas di Laskar Pelangi nama Ikal ga pernah disebut-sebut. Ini sih yang bikin gw rada bingung. Habisnya katanya mereka berdua akrab banget dan selalu maen sama-sama dari kecil. Terus ada beberapa hal yang disebutkan di Laskar Pelangi ga disebutkan lagi di Sang Pemimpi. Gw pikir mungkin itu karena pembaca toh udah tau juga sebagian ceritanya, jadi pembaca disuruh nyusun puzzle sendiri deh. He he he…
Tapi tetep a must read book, biarpun gw lebih suka sama Laskar Pelangi, karena menurut gw cerita di Laskar Pelangi lebih hidup, lebih kerasa emosinya.
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.












